Easy gears

Paul Smith with his bike

Saya punya beberapa helm, jersey dan stok pakaian dan aksesoris bersepeda yang kebanyakan jarang saya pakai. Iya, pada dasarnya karena saya nggak mau ribet, terlihat ribet, dan ngebikin ribet. Karena ini sama sekali bukan rekreasi atau aktifitas yang eksklusif. It’s just another routine.


Please notes: saya menggunakan sepeda balap. Saya punya badan yang bisa dikatakan kurus. Saya tidak harus bepergian untuk bekerja (sebagian besar pekerjaan saya dilakukan secara daring, dari home office). But I do cycling untuk jarak tempuh 9 km (bolak balik 18km), yang saya lakukan 2 atau 3 kali seminggu untuk mengajar.  Dan sebagian besar aktifitas (ke minimarket, nganter anak ke sekolah, ke GOR, dsb) saya lakukan bersepeda.


TO WORK

  • Bila akan digowes dengan relatif cepat (dulu lebih sering dilakukan):
    • Jersey/trek pants
    • Jersey suit. Tangan panjang.
    • Pakaian ganti. Perlengkapan mandi, termasuk handuk kecil dan pewangi
    • Helm
    • Air minum
    • Musik
  • Bila akan digowes santai (sekarang semakin sering)
    • Pakaian biasa saja. Terkadang kombinasi celana jersey dan atasan kaos panjang. Terkadang pakai kemeja berbahan tipis. Terkadang bawahan dan atasan sama sekali bukan pakaian olah raga., sering juga pakaian bekas kemaren. Karena nanti juga diganti begitu sampai tujuan. Lagian kalau pake pakaian baru nanti bakal keringetan, banyak cucian, boros detergen, tenaga dan sumber daya. Lebih dari itu who cares? tak akan ada reporter atau paparazzi yang mengabadikan perjalanan saya bersepeda. Paling juga orang tak dikenal yang memvonis, atau mengomentari dalam hati yang unuk mereka ini, seriously, who cares? besok juga bakal lupa.
    • Pakaian ganti (sering tidak dipakai semua)
    • Handuk kecil
    • With or without helmet
    • Terkadang pake sepatu slip on (selop)
    • Air minum
    • Musik

TO JOGGING TRACK

(2-3 kali seminggu saya berolah raga lari. Kebanyakan pagi-pagi, di sasana olah raga dengan jarak tempuh setengah kilo meter saja dari rumah)

  • Tentu saja pakai pakaian olahraga
  • Handuk kecil
  • With or without helmet
  • Air minum
  • Musik

TO NEAR LOCATION

(Minimarket, sekolah anak, dsb)

  • Pakaian biasa atau jogging suit (tergantung apakah saya setelah atau sesudahnya). Kadang pake jaket/sweater. Bila malem or cuaca dingin
  • With or without helmet
  • With or without air minum
  • Kebanyakan without musik, karena sebegitu dekat sehingga sudah sampai bahkan sebelum beres 1 lagu :-).

TO SPECIAL OCCASION

(Yes, saya pernah juga kondangan pake sepeda. Hari minggu di salah satu caffe di daerah Dago)

  • Perginya pake jogging suit (soalnya nanjak bo, pasti keringetan banyak).
  • Sepeda saya parkir agak jauh, dekat toilet yang bisa leluasa saya pakai untuk ganti baju
  • Air minum
  • Pulang batikan. Helm dilepas. Dengan musik

Meskipun di sepanjang CFD Dago harus melalui kemacetan yang sungguh tidak masuk akal. Meskipun saya pulang siangan, jadi cuaca cukup panas. As far as I can remember, ini adalah pulang kondangan yang paling saya nikmati. Dan saya kira, bila anda sudah bisa mencapai kombinasi ini: batikan, musik dan sepeda, anda sudah mencapai setengah dari kesempurnaan duniawi.

Setengahnya lagi adalah bangun pagi di hari berikutnya dengan pikiran lebih ringan, badan lebih legam, dan mungkin sedikit pegal-pegal.

Yes. That’s what I called A LIFE WORTH STRUGGLING.

Haha. Selamat menikmati!.


Foto: Paul Smith with his bicycle. More story here


 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s